Category Archives: cerita

Big Matic Viar V2

Motor matic dengan body yang besar dan pijakan kaki yang lega merupakan motor yang sedang naik daun sekaeang ini. Terbukti sukses pada Yamaha yang menjual Yamaha NMaxnya.

Nah, Viar sebagai pabrikan lokal mencoba terjun juga pada segmen ini. Kita tahu produksi Viar ini hampir terjun di semua segmen, dari bebek, motor sport, matic, trail, bahkan moge. Oh iya moge disini bukan motor gede melainkan motor gerobak aka motor untuk jualan yang tidak ada pesaing dari produk jepang. Jos…

Dari produk big matic, Viar memiliki Viar V2 yang bodynya katanya mirip-mirip dengan Suzuki Burgman. Walaupun memiliki cc yang sama yaitu 200cc tapi harganya setengahnya bro, menarik sekali bukan.

Viar V2 juga dilengkapi dengan bagasi yang luas, pijakan kaki yang lapang, speedometer yang ada jam dan kondisi suhu, serta kenyamanan dengan jok yang tebal.

Ada satu lagi yang menarik di motor Viar V2 ini. Yaitu adanya perangkat pemutar musik dan radio lengkap dengan sound sistemnya. Jadi sambil berkendara santai kita bisa mendengarkan ceramah ustadz atau mendengarkan murattal Al Qur’an.

Sukses deh buat Viar V2 semoga laris manis.. Maklum cuma bisa lihat dari jarak jauh

Iklan

Pengendara Moge dipermalukan Ibu-ibu Naik Matic

Video seorang pengendara motor adventure BMW G1200RS yang melewati licinnya tanah kalimantan ini sedang viral. Bukan karena keahlian pengendara menaklukkan motor besar ini, melainkan karena dia kesulitan menaklukkan medan yang licin.

Setelah berusaha dan ditolong oleh rekan-rekannya, akhirnya berhasil juga rintangan dilalui. Sayang sekali setelah berhasil malah lewat seorang ibu-ibu naik matic dengan santai melenggang tanpa rasa salah.

Nah karena itulah jangan pernah meremehkan ibu-ibu yang naik matic. Karena motor adventure BMW saja bisa dipecundangi oleh matic kecil.

Solo Riding ke Gerbang Kaliurang

Berangkat dari Ungaran pukul 13.00, Alhamdulillah pukul 15.30 sudah sampai di Gerbang Kaliurang. Saya berangkat dari Ungaran setelah tadi pagi mengantar adik saya yang bekerja di daerah Ungaran untuk kontrol di Rumah Sakit Ken Saras setelah beberapa waktu yang lalu opname disana. Setelah isi premium Rp. 30.000 saya campur pertama Rp. 20.000 kemudian saya start melakukan perjalanan.

image

Perjalanan kali ini memang sengaja santai karena memang tidak diburu waktu. Saya menuju ke Kaliurang bukan untuk tujuan wisata, tapi menjemput adik saya yang sedang libur dari Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM). Adik saya ini saya masukkan ke pesantren agar lebih taat dalam berIslam tidak seperti kakaknya ini.

image

Setelah sampai di PUTM ini, rencana saya akan langsung pulang ke rumah lagi setelah istirahat sebentar untuk mendinginkan mesin. Rencana pukul 16.00 saya akan melanjutkan perjalanan ke rumah, kemungkinan perjalanan nanti akan memakan waktu lebih dari 4 jam.

Baik.. karena sudah waktunya melanjutkan perjalanan, saya mohon doanya agar selamat sampai tujuan.

Parkir di Jogja Mahal, Waspadalah

Hati-hati ya lur, bro/sis biaya bayar parkir di Jogja waktu liburan mahal dan tidak sesuai dengan ketentuan. Perihal biaya parkir di Jogja yang mahal ini berawal dari salah satu posting di facebook yang mengeluhkan mahalnya pembayaran parkir yang mencapai Rp. 10.000 rupiah karena platnya plat B di wilayah Gudeg Wijilan. Setelah pemiliknya bilang bahwa beliau rumahnya Bantul, tukang parkir ini hanya menarik Rp. 2.000 saja.

image

Apakah biaya parkir mahal di Jogja ini hanya untuk wisatawan saja?

Tidak lho mas dan mbak, setelah saya buka grup facebook Info Cegatan Jogja aka IJC banyak sekali keluhan terhadap kondisi parkir di Jogja. Yuk cekidot satu persatu.

image

Bapak ini mengajak ponakan-ponakannya ke acara sekaten di alun-alun bagian barat. Ketika pulang ada 4 tukang parkir yang menyingkir dari bapak ini dan tidak meminta karcis. Ternyata ban belakang motor bapak ini gembos broo, apakah ini hanya kebetulan saja? Setelah bapak ini istirahat 15 menit ternyata ada 3 motor yang dituntun karena bannya gembos juga. Jleb..

image

Ada lagi yang mengeluhkan biaya parkir yang mahal. Untuk motor biayanya sampai Rp. 5.000 bro. Mantap sekali ya…

image

Ini juga sama dengan lokasi di stasiun Tugu biaya parkir Rp. 5.000… fiuh..

image

Yang ini malah lucu, aslinya Rp. 1.000 diganti sama tukang parkir jadi Rp. 2.000.

Perhatikan cetakan antara kedua karcis diatas. Kedua karcis diatas ternyata berbeda lho. Bukan pada nominalnya.

image

Yang terakhir semakin ngeri saja. Mas-mas ini sedang liburan ke Kebun Binatang gembira Loka dan parkir diluar dengan biaya Rp. 5.000 masnya baik jadi dimaklumi. Ternyata ketika keluar dari Bonbin, masnya tidak mendapati tukang parkir. Apesnya helm KYT di motornya raib entah kemana. Ckckck…

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dan tentu saja perhatian bagi pemerintah untuk menegakkan kebenaran. Jangan sampai oknum-oknum seperti ini merusak citra Kota yogyakarta yang berhati nyaman.

Mari Buktikan Iman Kita

“Sholat merupakan kebutuhan” Kalimat ini sering sekali kita dengarkan dan memang sudah saatnya kita renung dan amalkan. Beribadah kepada Allah itu jangan dianggap sebagai penggugur kewajiban, artinya ketika kita hidup itu butuh mengabdi seperti ketika kita butuh makan waktu lapar dan butuh istirahat ketika capek.

image

Saya terenyuh sekali melihat sebuah gambar yang dishare di facebook yang memperlihatkan seorang bapak penjual es krim sedang melaksanakan sholat di tengah tanah lapang. Penjual es krim ini bagi saya merupakan pukulan keras sekaligus bahan refleksi. Ditengah kesibukannya, bapak ini tetap menjalankan perintah Allah walaupun di tengah lapangan sekalipun.

Bagaimana kabar iman kita hari ini?

Saya teringat ketika pergantian malam tahun baru kemaren saya sedang perjalanan pulang dari Ungaran menuju desa saya di Gubug. Sepanjang perjalanan saya dapati kendaraan banyak sekali menuju Semarang, apalagi sampai Semarang jalannya macet cet padahal baru sekitar pukul 21.00. Perjalanan yang biasanya saya tempuh selama sekitar satu setengah jam, malam itu memakan waktu lebih dari dua jam. Banyak sekali muda mudi yang rela menanti pukul 00.00 hanya untuk melihat kembang api dan meniup terompet.

Apa agama mereka bukan islam? Entah..

Padahal iman itu tak hanya meyakini dalam hati, tapi juga diungkapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Semoga kita tidak termasuk yang suka menggombal, bilang cinta tapi tidak pernah mau membuktikan cintanya. Malu dong sama bapak penjual es krim ini.