Arsip Blog

Solo Riding ke Gerbang Kaliurang

Berangkat dari Ungaran pukul 13.00, Alhamdulillah pukul 15.30 sudah sampai di Gerbang Kaliurang. Saya berangkat dari Ungaran setelah tadi pagi mengantar adik saya yang bekerja di daerah Ungaran untuk kontrol di Rumah Sakit Ken Saras setelah beberapa waktu yang lalu opname disana. Setelah isi premium Rp. 30.000 saya campur pertama Rp. 20.000 kemudian saya start melakukan perjalanan.

image

Perjalanan kali ini memang sengaja santai karena memang tidak diburu waktu. Saya menuju ke Kaliurang bukan untuk tujuan wisata, tapi menjemput adik saya yang sedang libur dari Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM). Adik saya ini saya masukkan ke pesantren agar lebih taat dalam berIslam tidak seperti kakaknya ini.

image

Setelah sampai di PUTM ini, rencana saya akan langsung pulang ke rumah lagi setelah istirahat sebentar untuk mendinginkan mesin. Rencana pukul 16.00 saya akan melanjutkan perjalanan ke rumah, kemungkinan perjalanan nanti akan memakan waktu lebih dari 4 jam.

Baik.. karena sudah waktunya melanjutkan perjalanan, saya mohon doanya agar selamat sampai tujuan.

Iklan

Touring Keluarga ke Jogja

Mengisi liburan kemaren saya diajak teman saya untuk silaturahim ke Sleman. Tepatnya di Desa Jurugan, Turi, Sleman. Rencana awal teman saya ini ingin menyewa mobil karena akan membawa keluarganya, tapi akhirnya diputuskan menggunakan sepeda motor sebanyak 5 buah. Padahal jika dikalkulasi pengeluarannya akan lebih hemat menyewa mobil.

Berangkat dari Gubug pukul 13.30 menuju Salatiga melewati Kedungjati kami masih bersama-sama. Sayangnya saya yang berada di urutan paling belakang terpisah karena mampir beli air mineral. Saya kira perjalanan akan dilanjutkan melewati Kopeng jadi saya bisa menyusul. Ternyata waktu saya sudah sampai di Magelang, keempat motor teman saya ini tadi menunggu saya di Masjid setelah Kopeng. Akhirnya saya tunggu mereka di Tempel. Ternyata mereka tidak lewat jalan yang saya lewati, mereka lewat Ketep.
image

Lucunya lagi perjalanan pulangnya muter lewat Solo. Ajegile, perjalanan yang harusnya 3 jam saja bisa sampai tapi kami harus mengalah sama ibu2 yang ngotot mampir ke Pasar Klewer. Dari Sleman pukul 12.30 kami sampai di Pasar Klewer pukul 15.30 padahal pasar tutup pukul 16.00. Kami tidak jadi masuk ke Pasar, menuju masjid Ageng Surakarta. Lucunya, kami terlambat satu jam mengambil sepeda motor yang harusnya parkirnya tutup pukul 16.30. Beuh…
image

Start dari Solo sebelum maghrib kami sampai di alun-alun Purwodadi sekitar pukul 21.00. Makan nasi kucing dan istirahat. Lupa entah sampai jam berapa kami melanjutkan perjalanan lagi ke Gubug dan sampai di Gubug sekitar pukul 24.00. Busyet dah lama sekali ya di jalan.

Ups.. kok saya lupa menceritakan sholatnya ya, selama perjalanan itu kami sholat jamaah lho. Sayangnya rencananya kurang matang. Jadi eksekusi selama perjalanan agak mengecewakan.

Menjadi Contoh di Jalan Raya

Menjadi contoh itu bukan tugas yang ringan. Apalagi di jalan raya yang pasti banyak sekali tantangannya. Tapi walaupun begitu, tetap kita harus menjadi contoh yang baik bagi pengendara yang lain bukan malah menambah masalah di jalan raya.

Membaca pemberitaan Ekspedisi Nusantara yang dilaksanakan oleh Honda dengan CB150R, New Mega Pro FI, dan Verza nya menarik sekali karena ditekankan pada kepedulian sosial terhadap sesama. Selain itu juga membuktikan ketangguhan ketiga motor tersebut di jalan raya. Ajibnya kabar terbaru menyebutkan bahwa top speed CB150R bisa menempuh sampai 148km/jam. Tentu saja ini sangat mencengangkan karena dilakukan di jalan raya bukan di sirkuit. Saya sebenarnya tidak heran, hla TVS Apache 160 saja bisa sampai 160 km/jam. Ha ha…
image

Oh ya ada yang menarik lagi ne. Foto diatas itu mereng-merengnya ajib banget. Sayangnya melanggar batas garis yang seharusnya itu tidak boleh dilakukan. Semoga saya tidak salah sih ya.

Makanya, kalau di jalan raya itu memang berat lho jadi contoh…

Team Round The Borneo Siap Berangkat ke Kalimantan

Team Round The Borneo (RTB) yang merupakan team touring mengelilingi pulau Kalimantan menggunakan TVS Apache akan berangkat menuju kota Surabaya melalui jalur darat dari Jakarta. Perjalanan ini akan dimulai pada  tanggal 22 Januari 2014 kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menyebrang melalui laut menuju Kota Banjarmasin.
image

Persiapan team tentu saja sudah sangat matang mengingat tinggal beberapa hari lagi petualangan menggunakan sepeda motor TVS Apache ini akan dimulai. Perjalanan 10.000 KM dan mengunjungi 9 destinasi ini akan menjadi hal menarik karena ada satu diantara 4 rider adalah seorang perempuan.

Selain barang-barang untuk kepentingan touring yang dibawa, ternyata team ini juga ditemani Bou, boneka orang utan lucu dari Borneo Orangutan Survival Foundation untuk menemani perjalanan Borneo ini. Boleh juga tuh boneka buat oleh-oleh. He he
image

Semoga perjalananan Round The Borneo lancar-lancar saja mengelilingi Kalimantan. Biar terbukti tuh ketangguhan TVS Apache yang mengubah tagline Kencangnya Mendebarkan menjadi Motornya Para Petualang.

TVS Apache RTR, Motornya Para Petualang

PT. TVS Motor Company Indonesia akan mereposisi brand TVS genre RTR yang awalnya merupakan motor sport dengan tagline “Kencangnya Mendebarkan” dengan mengubahnya menjadi Motornya Para Petualang.
image

Repotition brand ini sebenarnya sudah dibuktikan oleh PT. TVSMCI dengan menggelar Toring SAP7ARANU yang diadakan pada tahun 2013 yang lalu untuk menjelajahi Pulau Sumatera. Kemudian pada tanggal 25 Januari nanti akan mengadakan touring mengelilingi Pulau Kalimantan pada acara Round The Borneo. Pembuktian yang semoga menjadikan brand TVS dikenal masyarakat sebagai motor tangguh dan handal di segala medan.

Yang menjadi penasaran gimana nanti tagline nya yang awalnya Kencangnya Mendebarkan itu.. Oh ya, ini seperti keluar dari persaingan terhadap motor sport pabrikan Jepang gitu, daripada bersaing kebut-kebutan mending cari konsumen yang suka touring. He he